Dede Awan Aprianto

Guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Purworejo. Menyelesaikan pascasarjana di Univ.PGRI Yogyakarta....

Selengkapnya
Jangan nulis buku. Nulis buku itu berat. Kamu pasti nggak akan kuat. Biar aku saja!

Jangan nulis buku. Nulis buku itu berat. Kamu pasti nggak akan kuat. Biar aku saja!

Seberat itukah niat anda untuk mencoba menulis sebuah buku? Maka saya terangkan, bahwa menulis buku itu tidak seberat rindu Dilan pada Milea.

Sejak saya posting bakal calon buku saya yang masih berujud cover (Masihkah ada harapan itu dan Lima sahabat di sekolah matahari) yang insya Allah diterbitkan pustaka media guru (penerbit buku hasil pelatihan menulis SaguSabu, satu guru satu buku), saya mendapati pertanyaan dari facebooker "Apakah untuk bisa menulis buku itu harus ikut pelatihan?"

Sejak lama pernah terbersit keinginan untuk bisa menerbitkan sebuah buku, namun saya terkendala pengetahuan tentang proses bagaimana buku itu bisa terbit. Dari hasil googling di yahoo dan searching di google, saya mendapati jawaban tentang bagaimana buku itu bisa terbit.

Maka saya pun mengetahui bahwa penerbit jejak publisher bisa menerbitkan buku hanya dengan bermodal biaya ringan dan terjangkau. Alhamdulillah terhitung semenjak 40 hari naskah saya kirim disertai bukti transfer pembayaran, buku saya "Artikel Guru Zaman Now" telah terbit dan beredar.

Naskah tersebut saya kirimkan 15 hari sebelum pelatihan menulis SaguSabu Jogja angkatan 2 yang diselenggarakan 10-11 maret 2018 saya ikuti.

Hasrat untuk menulis buku kembali bergelora sejak selesai ikuti pelatihan menulis. Maka saya pun mengumpulkan kembali naskah cerpen yang pernah saya posting di blog pribadi, kemudian saya kembali tulis beberapa cerpen baru maka terkumpul naskah buku yang kemudian diberi judul Masihkah ada harapan itu? diambil dari salah satu judul cerpen dari kumpulan cerpen tersebut.

Tak puas, hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu alhamdulillah saya berhasil merampungkan naskah buku cerita anak yang diberi judul Lima sahabat di sekolah matahari. Setelah saya kirimkan kedua naskah tersebut, tak berselang lama dibuatkan cover dari buku tersebut.

Bagaimana menulis buku agar tidak berat?

Posting lah tulisan anda minimal satu lembar halaman folio pada facebook, blogspot, wordpress, atau gurusiana. Lakukan dengan rutin minimal dua tulisan dalam satu minggu. Sedikit demi sedikit lama kelamaan akan terkumpul beberapa tulisan. Pisahkan tulisan-tulisan tersebut berdasarkan kategori. Apakah artikel, cerpen, tulisan kolom, puisi, dll. Minimal dalam waktu 10 tahun (kelamaan banget ya!) akan menjadi sebuah buku kumpulan artikel misalnya.

Menulislah sesuai passion anda, jangan menulis karena terpaksa. Menulis lah karena cinta, karena seberat dan sesibuk apapun anda, akan meluangkan waktu untuk menulis.

Menulis itu tidak seberat rindu Dilan pada Milea, karena meskipun berat, cinta tetap membuat anda sempat meluangkan waktu untuk Milea, eh.. Menulis.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hehe... Makasih Pak. Sudah menginspirasi dan membuat sy semangat untuk menulis. Pengen juga buat buku

05 Apr
Balas

Betul betul betul

05 Apr
Balas

Mantap Pak...

05 Apr
Balas

Jazakillah...tipsnya. Baarakallah...Pak.

05 Apr
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali