Dede Awan Aprianto

Guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Purworejo. Menyelesaikan pascasarjana di Univ.PGRI Yogyakarta....

Selengkapnya
Benarkah Mahapati sosok fiktif dalam sejarah Majapahit?

Benarkah Mahapati sosok fiktif dalam sejarah Majapahit?

Resensi: Dibalik Pesona dan Sisi Kelam Majapahit, sebuah catatan sejarah yang tercecer dan disembunyikan.

Penulis: Krisna Bayu Adji

Editor: Fita Nur A.

Penerbit: Araska, maret 2016

isbn: 978-602-300-243-6

Berbicara tentang Majapahit, tak bisa dilepaskan dari sosok Gajah Mada sebagai Patih Amangkubumi dengan sumpah palapanya. Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk Majapahit mencapai puncak kejayaannya.

Tercatat dalam sejarah bahwa Raden Wijaya sebagai raja Majapahit yang pertama dan Girindrawardhana sebagai raja terakhir kemudian Majapahit mencapai keruntuhannya. Tercatat pula dalam sejarah dua sosok raja wanita yaitu Tribhuwanatunggadewi dan Sri Suhita.

Majapahit mengalami masa surut usai peristiwa perang Bubat dan perang Paregreg. Gajah Mada pun diberi hadiah oleh Raja Hayam Wuruk berupa tanah perdikan di Madakaripura dengan maksud memberhentikan Gajah Mada tanpa pernah ditarik jabatannya sebagai Patih Amangkubumi.

Yang menarik adalah pemberontakan selama pemerintahan Raden Wijaya yaitu pemberontakan Ranggalawe yang juga membuat gugurnya Kebo Anabrang, pemberontakan LembuSora, tewasnya Patih Nambi. Maka akan merujuk pada satu nama yaitu kelicikan dan hasutan dari Mahapati yang menyebabkan meninggalnya para tokoh yang berjasa membangun Majapahit bersama Raden Wijaya.

"Tokoh Mahapati merupakan soal sejarah yang masih misteri. Tokoh Mahapati hanya dapat ditemukan dalam Pararaton dan Kidung Sorandaka. Maha berarti besar dan pati bermakna penguasa. Mahapati bermakna orang yang berambisi besar untuk menjadi penguasa. Nama Mahapati bukanlah nama asli melainkan julukan. Nama Mahapati tidak dijumpai dalam prasasti manapun. Karenanya, nama Mahapati hanya muncul dari benak pengarang Pararaton (halaman 90-91)."

Krisna Bayu Adji menyajikan isi buku ini dari berbagai sumber sejarah seperti prasasti dan lainnya. Terkadang ada perbedaan nama dan peristiwa yang saling bertentangan dari apa yang dijadikan sumber sejarah. Namun tak mengurangi kemenarikan penyajian isi buku yang membuat kita makin mengerti apa bedanya sejarah dengan fiksi. Bukan karya fiksi yang kadung dianggap sebagai sejarah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Nambi menjadi rakryan patih sesudah raden wijaya menjabat sbg raja di majapahit. Ranggalawe tidak tidak setuju atas pengangkatan tsb. Mahapati mengadu domba nambi dengan jayanegara raja ke2 majapahit (kalagemet). Suatu ketika nambi mengambil cuti karena ayahnya di lumajang meninggal. Mahapati menngatakan bahwa nambi sedang mempersiapkan pemberontakan. Pararaton mengisahkan mahapati menjadi patih setelah kematian nambi pada 1316 M. Negarakertagama hanya mengisahkan kematian nambi secara singkat tanpa menjelaskan apa penyebabnya. Beberapa sejarawan menduga mahapati identik dengan dyah halayudha, yaitu nama patih majapahit yg tertulis dalam prasasti sidateka tahun 1323 M. Mahapati dikisahkan sbg tokoh licik yg menyingkirkan ranggalawe, lembu sora, dan nambi melalui hasutan dan adudomba untuk mencapai keinginannya. Namanya disebut dalam pararaton sbg pemegang jabatan rakryan patih sejak thn 1316 M. Nama mahapati tdp pula dlm naskah kidung sorandaka. Mahapati dihukum mati setelah terjadi pemberontakan ra kuti 1319 M. Pemberontakan itu terjadi pada masa pemerintahan jayanegara. Jayanegara diperkirakan memiliki nama asli raden kalagemet. Namun berdasarkan prasasti pananggungan, nama kecilnya adalah garbapati.

01 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali